Penguatan kemandirian pangan masyarakat perdesaan dapat diawali dari pemanfaatan pekarangan rumah dan lingkungan pesantren secara optimal. Melanjutkan program bantuan paket bibit tanaman hidroponik, tim relawan santri melancarkan aksi penyaluran paket bibit tanaman di Kalimantan. Penyaluran bantuan bibit sayuran, buah-buahan, dan tanaman obat keluarga ini bertujuan untuk mendukung pemenuhan gizi mandiri bagi keluarga prasejahtera. Aksi penghijauan pekarangan ini menjadi langkah konkrit santri dalam membangun ketahanan pangan dari tingkat tapak.
Paket bantuan bibit tanaman yang disalurkan meliputi benih cabai, terung, tomat, sawi, serta bibit pohon buah produktif yang cocok dengan iklim tanah lokal. Santri relawan memberikan pendampingan mengenai teknik penyemaian, pembuatan media tanam organik, serta cara pemupukan alami berbasis kompos. Edukasi pemanfaatan lahan sempit menggunakan polibag dan tempat barang bekas dituntunkan secara praktis kepada para warga desa dan santri. Kegiatan bercocok tanam ini disambut antusias sebagai kegiatan produktif yang menguntungkan keluarga.
Penyaluran bibit dilakukan secara merata ke beberapa pondok pesantren mitra dan kawasan pemukiman warga di sekitar lingkungan sekolah. Santri secara berkala mendatangi lokasi penanaman untuk membantu warga merawat bibit yang baru ditanam agar tumbuh dengan subur. Keterlibatan santri dalam mendampingi budidaya tanaman pekarangan ini menciptakan hubungan persaudaraan yang erat dengan masyarakat. Hasil panen dari kebun pekarangan ini diharapkan dapat mengurangi pengeluaran harian belanja dapur warga.
Penggunaan pupuk organik cair buatan santri turut dibagikan untuk memastikan tanaman tumbuh sehat tanpa bergantung pada bahan kimia sintetis yang mahal. Kesadaran akan pentingnya mengonsumsi sayuran segar dan bebas racun pestisida makin tertanam pada masyarakat desa binaan. Keberhasilan kebun gizi ini menjadi contoh nyata bagi desa-desa lain dalam mengoptimalkan potensi lahan pekarangan yang ada. Kegiatan agrikultur ini juga memperkaya wawasan kewirausahaan para santri di pondok.
Dampak positif dari distribusi bibit hijau ini mulai terlihat dari asrinya pekarangan warga dan tercukupinya kebutuhan sayur harian secara mandiri. Ketersediaan pangan segar berbahan organik membantu meningkatkan kualitas gizi keluarga serta kesehatan anak-anak di pedalaman. Santri Kalimantan bertekad untuk terus memperluas gerakan penghijauan dan ketahanan pangan berbasis lingkungan pesantren. Sinergi ini terbukti efektif dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat perdesaan.
Aksi penyaluran benih produktif dan pendampingan budidaya tanaman pekarangan ini sukses menciptakan lingkungan yang asri dan produktif. Pengalaman bercocok tanam bersama warga memperkuat kemandirian dan keahlian terapan para santri di bidang pertanian praktis. Diharapkan kebun pekarangan mandiri ini dapat terus memberikan manfaat pangan yang sehat dan ekonomis bagi seluruh warga desa. Gerakan ketahanan pangan santri akan terus digulirkan secara berkesinambungan.