Kesulitan mendapatkan pasokan air bersih pascabencana banjir kerap melanda kawasan perkampungan terpencil di pedalaman Kalimantan. Sumur-sumur warga tercemar lumpur tebal sehingga tidak layak digunakan untuk keperluan mandi dan cuci sehari-hari. Para santri pondok pesantren Insan Madani menyalurkan bantuan tandon penampungan air hujan berkapasitas besar ke desa terdampak. Solusi infrastruktur darurat ini membantu warga menampung air bersih secara mandiri.
Tim relawan santri mengangkut tangki air plastik berkapasitas ribuan liter menggunakan kendaraan pick-up melewati jalan berlumpur. Tandon air tersebut dipasang di halaman balai desa dan posko pengungsian yang dilengkapi saluran pipa talang atap. Warga kini dapat dengan mudah menampung air hujan bersih untuk keperluan sanitasi harian tanpa harus berjalan jauh ke sungai. Kehadiran fasilitas penampung air ini disambut rasa syukur mendalam oleh seluruh warga.
Selain penyaluran tandon penampungan air bersih, para santri juga membagikan paket bibit tanaman sayuran cepat panen kepada kelompok tani desa. Benih kangkung, bayam, dan cabai tersebut diserahkan untuk membantu memulihkan ketahanan pangan pekarangan warga pascabanjiir. Para santri memberikan pendampingan cara menanam bibit secara organik di polibag darurat sekitar tenda. Kemandirian pangan warga mulai pulih secara bertahap.
Evaluasi pemanfaatan tandon air dan pertumbuhan bibit tanaman dipantau secara berkala oleh santri pendamping posko desa. Kerja sama yang harmonis antara warga dan santri mempererat tali silaturahmi di masa krisis kemanusiaan. Apresiasi tinggi disampaikan oleh kepala desa atas kepedulian menyeluruh yang diberikan pondok pesantren. Pengabdian santri membawa berkah bagi sesama.
Dukungan finansial dan logistik tandon air ini terselenggara berkat donasi para dermawan serta jaringan alumni pesantren nusantara. Solidaritas sosial lintas daerah membuktikan kuatnya kepedulian anak bangsa terhadap korban bencana alam. Setiap tetes air yang tertampung adalah harapan baru bagi kelangsungan hidup warga desa. Air tandon sumber kehidupan.
Program penyaluran tandon penampungan air hujan ini diharapkan mampu menjamin ketersediaan air bersih darurat bagi masyarakat pedesaan. Kemandirian warga dalam mengelola air hujan dan kebun pekarangan mempercepat pemulihan ekonomi lokal pascabencana. Semangat gotong royong santri membangun negeri harus terus dipelihara. Santri mandiri desa sejahtera.